10/02/2016

Jenis-jenis Barang


Alat pemuas kebutuhan

Untuk memenuhi kebutuhan manusia diperlukan alat pemuas kebutuhan, baik berupa barang maupun jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan yang berwujud, dapat dilihat, dan dapat diraba. Contoh: pakaian, makanan. Sedangkan Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berwujud, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, namun dapat dirasakan manfaatnya. Contoh: jasa komunikasi, jasa transportasi


Jenis-jenis barang/ benda


1. Barang menurut cara memperolehnya/ mendapatkannya
a. Barang ekonomi: barang yang untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan tertentu. Pengorbanan tersebut dapat berupa, benda (uang), waktu maupun tenaga. Ketersediaan barang ekonomi bersifat terbatas jumlahnya. Contoh: Pakaian, mobil
b. Barang bebas: barang yang untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Ketersediaan barang bebas jumlahnya sangat banyak. Contoh: air di laut, pasir di padang pasir, sinar matahari
c. Barang illith: barang yang jika jumlahnya berlebihan dapat menimbulkan kerugian. Contoh: air sungai yang meluap menyebabkan banjir, api dalam jumlah besar dapat menimbulkan kebakaran

2. Barang menurut tujuan penggunaannya
a. Barang konsumsi: barang yang siap pakai, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: pakaian, makanan, ball poin
b. Barang produksi: barang yang digunakan untuk proses produksi suatu barang/ produk tertentu. Contoh: kedelai untuk bahan baku produksi tempe, benang untuk memproduksi pakaian

3. Barang menurut proses produksinya
a. Barang mentah/ bahan baku (raw material): barang yang belum melalui proses produksi. Contoh: kapas, kayu, rotan
b. Barang setengah jadi (work in process): barang yang telah melewati proses produksi, namun belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna. Untuk dapat digunakan, harus melalui proses produksi tahap lanjut
c. Barang jadi (finish good): barang yang sudah mengalami proses produksi secara sempurna dan siap digunakan utnuk memenuhi kebutuhan manusia

4. Barang menurut hubungan dengan barang lain
a. Barang subtitusi (pengganti) : barang yang penggunaannya dapat menggantikan fungsi barang lain. Contoh: Jagung dengan beras, Minyak kelapa dengan minyak sawit
b. Barang komplementer (pelengkap): barang yang penggunaannya dapat saling melengkapi. Contoh: kemeja dengan dasi, kopi dengan gula

5. Barang menurut kegunaannya (Al Meyers)
a. Guna dasar (elementary utility): suatu barang berguna karena dapat dijadikan sebagai bahan dasar/baku/utama suatu produk. Contoh: buah-buahan dapat dijadikan sebagai bahan baku Jus, kapas sebagai bahan baku kain, kayu sebagai bahan baku meja
b. Guna bentuk (form utility): suatu barang akan lebih berguna jika barang tersebut diubah bentuknya. Contoh: tanah liat lebih berguna jika diubah menjadi patung, kayu lebih berguna jika diubah menjadi meja, air gunung lebih berguna jika diubah menjadi air kemasan
c. Guna tempat (place utility): suatu barang akan lebih berguna jika dipakai/ dipindahkan pada tempatnya. Contoh: speed boat lebih berguna sebagai alat transportasi didaerah pedalaman Kalimantan. Pasir lebih berguna/ lebih mahal harga jika dipindahkan ke toko
d. Guna waktu (time utility): suatu barang akan lebih berguna jika dipakai pada waktu yang tepat. Contoh: payung lebih berguna jika dipakai pada saat hujan, terompet lebih berguna/ mahal jika dijual pada saat tahun baru
e. Guna kepemilikan (ownership utility): suatu barang akan lebih berguna jika dipakai oleh orang yang tepat/ sudah berpindah kepemilikan. Contoh: Laptop lebih berguna jika dipakai/dimiliki oleh pelajar daripada dimiliki oleh petani. Buku di toko lebih berguna jika sudah dibeli. Mobil di toko lebih berguna jika sudah dibeli 
f. Guna jasa/ pelayanan (service utility): suatu barang akan lebih berguna jika mampu memberikan pelayanan/ jasa. Contoh: HP akan lebih berguna jika dapat digunakan untuk telekomunikasi. Sepeda motor berguna jika dapat dijadikan sebagai alat transportasi, Mesin pemotong rumput berguna jika dapat digunakan untuk memotong rumput

6. Barang menurut kualitasnya
a. Barang superior: barang yang mempunyai kualitas tinggi, sehingga mampu memberikan prestise (martabat/kebanggaan) bagi pemakainya. Umumnya dipakai oleh orang yang berpenghasilan tinggi. Sifat barang ini, jika pendapatan naik permintaan terhadap barang superior juga naik. Sebaliknya jika pendapatan turun permintaan terhadapnya juga turun. Contoh: mobil mewah dan rumah mewah
b. Barang inferior: barang yang memiliki kualitas rendah. Umumnya dipakai oleh orang berpenghasilan rendah. Sifat barang ini, jika terjadi kenaikan pendapatan, permintaan terhadap barang superior turun. Sedangkan pada saat terjadi penurunan pendapatan, permintaan terhadap barang ini naik. Contoh: Pakaian bekas, nasi aking 
c. Barang pertengahan/ normal: barang yang mempunyai kualitas sedang. Umumnya dipakai oleh orang yang berpenghasilan menengah. sifat barang ini, apabila pendapatan naik diikuti kenaikan permintaan terhadap barang ini dengan prosentase yang seimbang. Contoh: pakaian, tas, beras dengan harga sedang. 

7. Barang menurut wujudnya 
a. Barang konkret/ nyata: barang yang berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contoh: makanan, pakaian, rumah, sepeda motor 
b. Barang abstrak: alat pemuas kebutuhan yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan manfaatnya. Contoh: hak paten, nama baik, merk dagang 

8. Barang menurut sifat/ segi jaminannya 
a. Barang bergerak: barang yang mudah dipindahkan tempatnya dan digunakan untuk mendapatkan kredit jangka pendek. Contoh: Sepeda motor, perhiasan, mobil 
b. Barang tidak bergerak: barang yang tidak dapat dipindahkan tempatnya dan digunakan untuk mendapatkan kredit jangka panjang. Contoh: rumah dan tanah 
Read More

10/01/2016

Contoh Proposal Class Meeting


A. LATAR BELAKANG

SMA Negeri 1 Rembang merupakan lembaga pendidikan yang bervisi yakni terwujudnya prestasi dibidang Iptek dan Imtak dengan berpijak pada budaya bangsa. Implikasinya, setiap program atau kegiatan sekolah baik kurikuler maupun non kurikuler harus sejalan dengan visi tersebut. 

Paska kegiatan Ujian akhir sekolah (UAS), Siswa selanjutnya menerima Raport hasil belajar selama satu semester. Sebelum menerima raport, terdapat selang waktu beberapa hari dari paska berakhirnya UAS. Selang waktu tersebut merupakan peluang untuk mengisinya dengan ragam kegiatan positif. Kegiatan yang mampu mengembangkan dan meningkatkan budaya prestatif baik dalam bidang akademik maupun non akademik. 

Siswa merupakan Generasi muda yang akan menjadi asset berharga dalam pembangunan bangsa kedepan. Agar bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan, generasi muda saat ini perlu dipersiapkan secara dini menjadi pribadi yang kompetitif baik dalam ranah pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Kesehariannya harus diisi dengan hal-hal positif dan konstruktif, supaya mampu menangkal dampak negative dari arus globalisasi sebagai akibat kemajuan tekhnologi. 

Oleh karena itu perlu adanya media atau wadah untuk mengembangkan bakat dan minat, untuk kemudian berprestasi menjadi juara. Karena, pada dasarnya masa muda adalah masa yang tepat bagi Generasi muda untuk menjadi generasi juara. 

Secara rutin SMA Negeri 1 Rembang mengisi selang waktu paska UAS dengan kegiatan class meeting. Mulai tahun 2015, konsep class meeting diberi nama dengan “SMANSAR CUP”. Kegiatan SMANSAR CUP bertujuan untuk menggali dan mengembangkan bakat Siswa, yang bermuara pada pengembangan dan peningkatan budaya prestatif. 

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka OSIS SMA N 1 Rembang dipandang perlu untuk mengadakan kegiatan SMANSAR CUP Ke 2 yang bertema “ Yang Muda, Yang Juara” 

B. DASAR KEGIATAN

1. Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2006 tentang Pembinaan Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan atau Bakat Istimewa
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
4. Program Kerja Pembina OSIS Bidang Pembinaan Prestasi Akademik, Seni, Olah Raga Sesuai Minat dan Bakat.
5. Rapat Pengurus dan Pembina OSIS SMA Negeri 1 Rembang pada Tanggal 10 Desember 2015

C. BENTUK DAN NAMA KEGIATAN

Ajang SMANSAR CUP tahun 2015 ini merupakan SMANSAR CUP Ke 2 dengan mengambil tema yakni “ Yang Muda Yang Juara”
Bentuk kegiatan SMANSAR CUP Ke 2 terdiri dari 2 kegiatan yakni jalan sehat dan kejuaran futsal putera dan puteri

D. TUJUAN KEGIATAN

1 Menjaring bakat siswa di bidang non akademik dalam rangka meningkatkan Prestasi sekolah
2 Memupuk jiwa persatuan, kerja sama dan sportifitas diantara peserta didik
3 Meningkatkan minat peserta didik dalam bidang olahraga
4 Melepas ketegangan, kejenuhan dan kepenatan peserta didik pasca ulangan akhir semester

E. PESERTA KEGIATAN
Peserta Kegiatan SMANSAR CUP ke 2 yakni; 
1 Jalan sehat
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika SMA Negeri 1 Rembang
2 Kejuaraan Futsall putera dan futsal puteri
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan tiap kelas dan perwakilan guru, yakni terdiri dari 22 tim putera dan 24 tim puteri. Pertandingan menggunakan sistem knock out, dan diambil satu juara yakni juara 1 futsall putera dan puteri 

F. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan SMANSAR CUP ke 2 yakni:

1 Jalan sehat
Hari/ tanggal : Jum’at 11 Desember 2015
Waktu : Pukul 07.00 s/d selesai
Tempat : Rute SMA N 1 Rembang-Jembatan Gantung-SMA N 1 Rembang

2 Kejuaraan Futsall Putera Puteri
Hari/ tanggal : Senin s.d Rabu (14-16 desember 2015)
Waktu : Pukul 07.00- 12.00
Tempat : Lapangan SMA N 1 Rembang

G. PENDANAAN
Rencana anggaran kegiatan terlampir (lampiran 1)

H. KEPANITIAAN
Susunan panitia dan pendamping terlampir (lampiran 2)

I. TARGET

Melalui kegiatan SMANSAR CUP yang Ke 2 ini ,dapat dicapai beberapa target yakni;
1. Terbentuknya 1 tim futsal putera dan puteri SMANSAR hasil seleksi dari kejuaraan di SMANSAR CUP Ke 2 yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ajang kejuaraan baik futsal maupun sepakbola

2. Partisipasi 100 persen dari setiap kelas

J. PENUTUP
Demikian Proposal kegiatan ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih, SMANSAR JAYA!


Rembang, 10 Desember 2015

Ketua OSIS                                                   Ketua Pelaksana                           Sekertaris



Aldiono                                                         Afdol Budiman                               Vidayati



Mengetahui,

Kepala Sekolah                                                                                          Waka. Kesiswaan





Purwito,S.Pd                                                                                              M. Aminudin,S.Pd





Read More

Download Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK B



Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK B meliputi materi: 

Kompetensi profesional:


1.    Kegiatan Ekonomi
2.    Bentuk-Bentuk  Pasar
3.    Lembaga Keuangan Bank
4.    Pembangunan Ekonomi
5.    Kebijakan Ketenaga Kerjaan
6.    Peranan APBN  dalam Perekonomian
7.    Perdagangan Internasional
8.    Pengelolaan Koperasi
9.    Kebijakan Moneter
10.  Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
11.  Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Kompetensi Pedagogik:
1. Pendekatan Saintifik
2.  Model-Model Pembelajaran
3.  Penilaian Autentik
4.  Penyusunan Silabus Dan RPP

5.  PTK

Download Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK B disini
Read More

Download Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK F


Berikut materi Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK F meliputi materi: 

Kompetensi profesional:
1.    Masalah Ekonomi Dan Kegiatan Ekonomi
2.    Berbagai Bentuk Pasar Barang
3.    Uang Dan Bank
4.    Otoritas Jasa Keuangan (Ojk)
5.    Pembangunan Ekonomi Dan Ketenaga Kerjaan
6.    Pendapatan Nasional
7.    Pasar Modal
8.    Apbn Dan Apbd
9.    Manajemen Badan Usaha
10.  Koperasi
11.  Ekonomi Moneter
12.  Sistem Informasi Akuntansi
13.  Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
14.  Ekonomi Internasional

Kompetensi Pedagogik:
1. Pendekatan Saintific
2.  Model-Model Pembelajaran
3. Penilain Autentik
4. Silabus dan RPP

5. PTK

Download Modul Ekonomi Guru Pembelajar KK F disini
Read More

Faktor Penyebab Keberhasilan & Kegagalan Wirausaha


Menurut Murphy dan Peek, ada 8 ada delapan faktor keberhasilan wirausaha:
  1. Kerja keras
  2. Kerjasama dengan orang lain 
  3. Penampilan/sikap yang baik 
  4. Yakin/ percaya diri 
  5. Pandai membuat keputusan 
  6. Mau menambah Ilmu pengetahuan 
  7. Ambisi untuk maju 
  8. Pandai berkomunikasi 
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam wirausaha antara lain:
  1. Tidak kompeten dalam manajerial 
  2. Kurang berpengalaman 
  3. Kurang dapat mengendalikan keuangan 
  4. Gagal dalam perencanaan 
  5. Lokasi yang kurang memadai 
  6. kurangnya pengawasan peralatan 
  7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Read More

Mengenal Asuransi

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah asuransi. Apa sih yang dimaksud dengan asuransi? yuk simak penjelasannya Video Bagian pertamaVideo Bagian Kedua
Read More

Apa Itu Ekonomi?


Pengertian Ilmu ekonomi
1. Xenophone , Ekonomi berasal dari bahasa yunani dari kata Oikonomia yang merupakan gabungan dari kata Oikos ( Rumah tangga) dan nomos (aturan). Jadi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata aturan rumah tangga.
2. Adam Smith, EKonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Adam Smith merupakan Bapak ilmu ekonomi. Lewat bukunya yakni, an inquiry into the nature and causes of the wealth nation (Tahun 1776
3. Nickholas Gregory Mankiw, Ekonomi adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang selalu terbatas/ langka
4. Paul A Samuelson, Ekonomi adalah kajian masyarakat menggunakan sumber daya langka untuk memproduksi komoditi berharga dan mendistribusikannya kepada masyarakat luas
5. Alfred Marshall, Ekonomi adalah suatu setudi tentang manusia dalam kehidupannya sehari-hari yang mempelajari tindakan individu atau kelompok yang berkaitan erat dengan pencapaian atau pemenuhan alat kebutuhan materi bagi kesejahteraan hidup


Pembagian Ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga (3), yakni:
1. Ilmu ekonomi deskriptif, merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memberikan gambaran apa adanya (sesuai fakta) tentang suatu peristiwa ekonomi. Gambaran tersebut dapat disajikan dalam bentuk kurva, angka, tabel dan bentuk penyajian lainnya. Contoh: Data jumlah kemiskinan, data jumlah pengangguran, data pertumbuhan ekonomi dan sebagaianya
2. Teori ekonomi, merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang berisi kerangka konsep yang menjelaskan hubungan antar peristiwa ekonomi . Teori ekonomi dibagi menjadi 2, yakni
a. Teori ekonomi mikro, merupakan bagian ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku individu baik RTK maupun RTP. Contoh kajian masalah mikro, yakni: Perilaku konsumen, perilaku produsen, biaya produksi, biaya peluang, laba dan sebagainya
b. Teori ekonomi makro, merupakan bagian ilmu ekonomi yang mempelajari factor-faktor yang menenetukan perekonomian suatu Negara. Contoh kajian ekonomi makro, yakni: Pertumbuhan ekonomi, Pendapatan nasional, Kemiskinan, pengangguran, pendapatan perkapita dan sebagainya
Dalam suatu teori ekonomi terdapat empat unsur penyusunnya, yakni:
a. Variable adalah besaran yang nilainya dapat berubah
b. Asumsi adalah anggapan atau pemisalan-pemisalan yang diciptakan untuk mempermudah dalam menjelaskan hubungan antar variable
c. Hipotesis adalah pernyataan mengenai hubungan antar variable
d. Ramalan adalah prediksi-prediksi yang akan terjadi akibat berlakunya hubungan antar variabel
3. Ekonomi terapan, merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menggunakan/ mengaplikasikan kajian teori ekonomi untuk menjelaskan peristiwa ekonomi yang diungkap dari ekonomi deskriptif


Metode ilmu ekonomi


1. Metode induksi, metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal yang umum berdasarkan pada kesimpulan yang bersifat khusus
2. Metode deduksi, metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal yang khusus berdasarkan pada kesimpulan yang bersifat umum 
3. Metode sintesa, metode yang menggunakan perpaduan antara induksi dan deduksi secara bersama-sama untuk membuat kesimpulan


Pernyataan ilmu Ekonomi

1. Ekonomi positif: pernyataan-pernyataan ekonomi mengenai apa yang terjadi (akan atau telah) berdasarkan fakta yang ada. contoh: apabila harga kedelai naik maka permintaan kedelai turun. Jumlah penganggguran di daerah X adalah 3 juta jiwa
2. Ekonomi normative: pernyataan-pernyataan ekonomi mengenai apa yang seharusnya terjadi. Hal ini berkaitan/ tidak lepas dari factor budaya, agama, moral dan etika dan bersifat subjektif (value judgment). Contoh: apabila harga barang mengalami kenaikan, maka Perusahaan harus menaikan gaji agar kesejahteraan karyawan meningkat


Prinsip dan Motif ekonomi

1. Prinsip ekonomi adalah pedoman/ patokan yang digunakan manusia dalam melakukan tindakan ekonomi. Prinsip ekonomi yakni “dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya (minimum) untuk memperoleh hasil tertentu. Atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya (maksimal)
2. Motif Ekonomi adalah segala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi tersebut berupa:

a. Motif mencari keuntungan/ kemakmuran
b. Motif memperoleh penghargaan
c. Motif mencapai kekuasaan
d. Motif melakukan kegiatan social


Hukum Ekonomi

Hukum ekonomi adalah hubungan antar 2 variabel/ lebih yang saling berkaitan
Hubungan dalam hokum ekonomi terdiri dari 2, yakni:
1. Hubungan kausal (sebab akibat), perubahan suatu variable akan menyebabkan perubahan variable yang lain (hubungan bersifat searah). Contoh: Variabel A berpengaruh terhadap variable B. Tetapi variable B tidak dapat berpengaruh terhadap variable A
2. Hubungan fungsional (interdependensi), perubahan satu varibel akan menyebabkan perubahan variable yang lain dan sebaliknya (hubungan bersifat timbal balik). Contoh: Variabel A berpengaruh terhadap variable B. Variabel B pun dapat berpengaruh terhadap variable A
Read More